A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Division by zero

Filename: public/Readmore.php

Line Number: 37

Backtrace:

File: /home/stitalhikmah/public_html/application/controllers/public/Readmore.php
Line: 37
Function: _error_handler

File: /home/stitalhikmah/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Mahasiswa STIT Al-Hikmah Tebing Tinggi Ikuti FGD Penanggulangan Paham Radikalisme | STIT AL-HIKMAH Tebing Tinggi

STIT AL-HIKMAH Tebing Tinggi

Jln Gatot Subroto Km. 3 No. 3 Kel. Lubuk Baru Kec. Padang Hulu Kota Tebing Tinggi

Jayalah AL-Hikmah

Mahasiswa STIT Al-Hikmah Tebing Tinggi Ikuti FGD Penanggulangan Paham Radikalisme

Jum'at, 13 Maret 2020 ~ Oleh Admin ~ Dilihat 213 Kali

Polres Tebing Tinggi mengadakan FGD (Forum Group Discussion) di Aula Kamtibmas Polres Tebing Tinggi dengan mengundang peserta FGD adalah para mahasiswa dan pelajar kota Tebing Tinggi pada Jumat, 13 Maret 2020.

Kegiatan ini mendiskusikan pemanfaatan teknologi dalam penanggulangan paham radikalisme. Tampak hadir Kapolres Tebing Tinggi AKBP James P. Hutagaol yang diwakilkan oleh Kasat Binmas Polres Tebing Tinggi AKP Adjie Makno, tiga narasumber Mariadi, MA, Marahalim Ansori Harahap, S.Pd.I, dan Ridwansyam, S.Pd.I, dan H. Zulkarnaen, S.Ag sebagai moderator.

STIT Al-Hikmah Tebing Tinggi mengirimkan perwakilan mahasiswa untuk mengikuti forum diskusi ini. Setelah para narasumber memberikan penjelasan mengenai paham radikalisme dan penanggulangannya, diskusi dibuka dengan memberikan kesempatan kepada para peserta untuk bertanya.

Narasumber memberikan penjelasan mengenai tanda-tanda tumbuhkembangnya paham radikal dan apa itu radikal. Salah satu mahasiswa STIT Al-Hikmah Tebing Tinggi mencoba mendiskusikan perihal keterkaitan paham radikal dengan umat muslim. Narasumber mengungkapkan bahwa inilah hubungannya teknologi dan paham-paham yang disinyalir terus berkembang. Paham radikalisme ini berkembang seiring dengan perkembangan teknologi. Teknologi ini masuk ke berbagai faktor di masyarakat, seperti faktor ekonomi, politik, dan media massa. Dengan demikian, paham ini masuk dengan mudah, mencuci pemikiran masyarakat terutama generasi muda, dan dapat memojokkan sebuah objek (dalam hal ini umat muslim) tanpa informasi yang benar. Informasi-informasi yang diterima begitu saja tanpa dicari kebenarannya menjadi seakan-akan benar karena disebarluaskan begitu saja.

Forum diskusi kelompok ini memberikan pesan kepada peserta yang merupakan para generasi muda agar tidak mudah menerima informasi dan disebarluaskan tanpa dicari kebenarannya, karena teknologi merupakan pisau yang jika tidak digunakan dengan tepat akan menjadi bumerang bagi penggunanya. Gunakan pisau teknologi ini untuk mencegah paham radikalisme, bukan sebaliknya. (*)

 

  1. TULISAN TERKAIT