A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Division by zero

Filename: public/Readmore.php

Line Number: 37

Backtrace:

File: /home/stitalhikmah/public_html/application/controllers/public/Readmore.php
Line: 37
Function: _error_handler

File: /home/stitalhikmah/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Pelantikan BEM STIT Al-Hikmah T. Tinggi Dihadiri Staf Khusus KEMENRISTEKDIKTI | STIT AL-HIKMAH Tebing Tinggi

STIT AL-HIKMAH Tebing Tinggi

Jln Gatot Subroto Km. 3 No. 3 Kel. Lubuk Baru Kec. Padang Hulu Kota Tebing Tinggi

Jayalah AL-Hikmah

Pelantikan BEM STIT Al-Hikmah T. Tinggi Dihadiri Staf Khusus KEMENRISTEKDIKTI

Kamis, 04 April 2019 ~ Oleh Admin ~ Dilihat 445 Kali

Tebing Tinggi. Pelantikan Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Hikmah Tebingi Tinggi (BEM STIT Al-Hikmah TT) Periode 2019-2021, tidak hanya sekadar seremonial saja. Karena, kegiatan pelantikan ini diselingi dengan Seminar Nasional bertemakan: “Pemuda dan Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0”. Menariknya lagi kajian seminar tersebut mengupas tuntas perkembangan ilmu teknologi dan komputer yang berkaitan dengan dunia pendidikan dan pemuda.

Sebelum dimulai semianar nasional, Ketua STIT Alhikmah Tebingtinggi Bapak Ficki Padli Pardede dan Ketua Yayasan Ir H Marapinta Harahap, melantik kepengurusan BEM STIT Al-Hikmah Tebing Tinggi Priode 2019 2021 yang diketuai Rumbuk Partahian Ritonga.

Dalam sambutannya saat melantik pengurus BEM itu Bapak Ir H Marapinta Harahap mengucapkan selamat dan semoga amanah dalam menjalankan tugasnya.  Beliau juga mengingatkan kepada mahasiswa, agar ke dapannya memberikan kontribusi yang positif khususnya kepada Civitas Akademik maupun masyarakat Kota Tebing Tinggi.

“Kemudian kepada seluruh mahasiswa STIT Alhikmah Tebing Tinggi, khususnya pengurus BEM, Agar terus menjaga nama baik kampus kita,” tutup Bapak Ir H Marapinta Harahap.

Setelah prosesi pelantikan, dilanjutkan dengan acara seminar nasional Revolusi Industri 4.0. Dalam acara tersebut mahasiswa diingatkan agar tidak lalai atau tergilas dengan revolusi industri 4.0, yang mana muaranya mengalihkan atau merevolusi berbagai hal pekerjaan melalui sistem siber atau komputasi awan. Sehingga dalam menghadapi era globalisasi ke depan, para mahasiswa punya daya saing.

“Sebagai pemuda dan mahasiswa kita harus mempunyai daya saing yang tinggi,  terlebih di era revolusi industri 4.0,” kata salah satu narasumber Seminar Nasional dari Staf khusus Kementerian Ristek dan Dikti, Bapak Ahmad Jabidi Ritonga dalam seminar itu, persisnya usai sesi pelantikan BEM STIT Al-Hikmah TT, di Kampus Jl Gatot Subroto Km 3 No 3, Tebingtinggi – Sumatera Utara, Senin (1/4).

Selanjutnya, beliau memaparkan, bahwa  industri 4.0 adalah nama tren dari sebuah sistem ata cara pertukaran data terkini dalam teknologi komunikasi. Istilah ini mencakup sistem siber fisik. Artinya melihat segala hal bersifat fisik melalui sistem jarak jauh atau internet untuk segala hal.

Di era revolusi industri 4.0 itu, sambung Beliau, kini sudah menghasilkan “pabrik cerdas” dimana sistem siber telah mampu menciptakan salinan dunia fisik secara virtual, sehingga bisa membuat keputusan yang  akurat. Begitu juga berkomunikasi dan bekerja sama dengan satu sama lain dan manusia sudah dapat dilakukan secara bersamaan, lewat komputasi awan itu.

Artinya, untuk menghadapi perkembangan industri 4.0, selain harus mengikuti proses akademik guna mencapai dan menyelesaikan kejuruan keilmuan tingkat strata 1. “Adik-adik juga harus belajar perkembangan teknologi informasi atau komputasi awan, yang hal itu juga merupakan cabang ilmu linguistik,” kata bapak A. Jabidi Ritonga.

Oleh karena itu, di era industri 4.0 ini, mahasiswa harus siap menggunakan perangkat teknologi komunikasi berbasis siber atau internet. “Baik itu perangkat komputer yang perkembangannya cukup pesat, maupun berbagai type seluler yang juga perkembangannya pesat,” tegas beliau.

Sementara, Ketua STIT Al-Hikmah Tebing Tinggi Bapak Ficki Padli Pardede yang juga sebagai nara sumber dalam orasi ilmiahnya memaparkan, bahwa sejarah revolusi industri 4.0, dimulai dari abad ke 18, ditandai dengan ditemukannya mesin uap, kemudian dilanjutkan dengan ditemukannya listrik pada abad ke 19, lalu abad ke 20 ditemukannya komputer, telepon genggam dan lain sejenisnya.

Sekarang ini kita sudah masuk ke abad ke 21, di sini memasuki era revolusi industri 4.0. Artinya perkembangan teknologi mulai dari abad ke 18 – 20 akan direvolusi menggunakan sistem siber atau dikerjakan lewat sistem teknologi internet. “Sehingga segala hal pekerjaan bisa dilakukan dengan seperangkat alat komunikasi yang berada digenggamkan kita, seperti hanphone, komputer dan lain sejenisnya,” ungkap beliau dalam acara tersebut.

Dalam hal ini pemerintah telah berupaya menyiapkan fasilitas untuk menjawab tantangan revolusi industri itu, di antaranya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Telkom maupun Telkomsel, Indosat dan lain-lainnya. “Kini lagi giat-giatnya menyiapkan jaringan 4G di seluruh pelosok nusantara untuk menyongsong era Indsutri 4.0,” beliau menambahkan.

Sedangkan Bapak Dr Masdar Limbong MPd  yang merupakan Ketua DPD PWRI Sumut dan Sekretaris Yayasan Perguruan tinggi Islam Al-Hikmah dalam  orasi ilmiahnya menyinggung teknologi pendidikan yang muaranya berbasis industri 4.0.

“Dalam dunia Pendidikan kita harus siap dengan teknologi yang serba instan, kita harus mampu mengajar dan mendidik anak sesuai zamannya. Saya rasa Kurikulum 2013 sudah membuka ruang untuk itu, tinggal kita kembangkan lagi agar lebih sesuai dengan yang kita harapkan,” kata beliau.

 

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT